Logo Hari Besar
Beranda
Visi & Misi
Tugas dan Fungsi
Struktur Organisasi
Pejabat DJPL
Sekretariat Direktorat Jenderal Perhubungan Laut
Direktorat Lalu Lintas dan Angkutan Laut
Direktorat Kepelabuhanan
Direktorat Perkapalan dan Kelautan
Direktorat Kenavigasian
Direktorat Kesatuan Pengawasan Laut dan Pelayaran
Makna Logo
Lagu kebangsaan, Hymne dan Mars
Layanan Terpadu Kemaritiman
Kebijakan Layanan
Jadwal Kapal
Verifikasi Dokumen
Lacak Permohonan
Hublapedia
Aplikasi Maritim Terintegrasi
Berita
Pengumuman
Newsletter
Galeri Foto & Video
Media Sosial
Event
Maklumat Pelayaran
Peraturan Menteri
Naskah Dinas
Perjanjian
Kerjasama Luar Negeri
Indonesia Maritime Safety Information
Indonesia Ship Reporting System
Indonesia di IMO
Tol Laut
Profil PPID
Regulasi
Maklumat dan Standar Biaya Layanan
Informasi Publik
Permohonan Informasi
UPT
Data
Panduan
FAQ
Kontak

Transportasi Laut Pegang Peranan Strategis untuk Merajut Keberagaman Indonesia dan Mendorong Pertumbuhan Ekonomi

Transportasi Laut Pegang Peranan Strategis untuk Merajut Keberagaman Indonesia dan Mendorong Pertumbuhan EkonomiTransportasi Laut Pegang Peranan Strategis untuk Merajut Keberagaman Indonesia dan Mendorong Pertumbuhan EkonomiTransportasi Laut Pegang Peranan Strategis untuk Merajut Keberagaman Indonesia dan Mendorong Pertumbuhan Ekonomi

Jakarta - Transportasi laut memiliki peran yang strategis dalam  mendukung pembangunan nasional di segala bidang, termasuk untuk mempersatukan Indonesia yang penuh dengan keberagaman, baik keberagaman agama, suku, budaya, ras maupun bahasa.  Selain itu transportasi laut juga menjadi infrastruktur penting dalam rangka menggerakkan roda perekonomian Indonesia, khususnya di daerah 3T (terdepan, terluar dan tertinggal).

“Ribuan pulau yang tersebar di seluruh pelosok Indonesia dihuni oleh penduduk yang beragam suku, agama, ras maupun bahasa,   perlu dijembatani  dengan  infrastruktur konektivitas yang memadai.  Transportasi laut selain menjadi simpul konektivitas antar pulau juga merupakan penghubung serta menjadi urat nadi yang mendorong pertumbuhan ekonomi nasional di seluruh pelosok Indonesia  ,” demikian disampaikan oleh Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi pada acara Webinar Transportasi Untuk Merajut Keberagaman Episode 4 : Moda Transportasi Laut, Senin 24 Agustus 2020.

Seperti yang sudah disampaikan oleh Presiden Republik Indonesia saat pidato Sidang Tahunan dan Sidang Bersama MPR/DPR pada tanggal 14 Agustus lalu,  dalam situasi krisis akibat pandemi ini pemerintah harus terus bergerak membuat terobosan untuk menciptakan lompatan kemajuan. Begitu juga halnya dengan sektor transportasi khususya di sub sektor Laut.   Beberapa pembangunan infrastruktur transportasi laut terus berjalan dengan tetap mengedepankan protokol kesehatan, seperti penyelesaian pembangunan Pelabuhan Patimban di Subang Jawa Barat, Pelabuhan Kijing yang terletak di Kabupaten Mempawah Kalimantan Barat, dan Pelabuhan Gilimas Lombok.

“Pemerintah optimis Pelabuhan Patimban dapat diselesaikan untuk tahap I pada bulan Oktober 2020 ini, sehingga bisa dilakukan soft launching pada November 2020. Selanjutnya, terdapat pembangunan pelabuhan Kijing merupakan salah satu Proyek Strategis Nasional, dimana nantinya Pelabuhan Kijing akan menjadi pelabuhan berstandar internasional terbesar di Pulau Kalimantan. Begitu juga dengan Pelabuhan Gilimas Lombok. kami terus berupaya mendorong pelaksanaan pembangunan dan pengembangan Terminal Gilimas guna mendukung pariwisata di wilayah Lombok, Nusa Tenggara Barat.” Jelas Menhub Budi lebih lanjut.

Selain itu pada tahun 2020 ini, terdapat beberapa infrastruktur perhubungan laut yang pembiayaan pembangunannya akan dilaksanakan melalui skema pendanaan Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) sebagai alternatif pembiayaan pembangunan oleh Pemerintah selain melalui APBN. Di antaranya adalah pengembangan Pelabuhan Seba di Nusa Tenggara Timur dan pembangunan Menara Suar Tanjung Batu di Tarakan, Kalimantan Utara.

Menhub Budi Karya juga menyampaikan bahwa dimasa kondisi pandemi Covid-19 ini Kementerian Perhubungan terus melaksanakan salah satu program transportasi laut yang berperan langsung dalam merajut keberagaman, dengan menciptakan kesetaraan dan pemerataan ekonomi yaitu Tol Laut. Program yang telah dimulai pada tahun 2015 ini, sampai dengan tahun 2020 telah mengoperasikan 26 trayek angkutan barang tol laut, 110 trayek pelayaran perintis dan 6 trayek kapal ternak.
 
“Salah satu program yang berkaitan dengan  upaya peningkatan konektivitas antar wilayah di Indonesia untuk kesetaraan perekonomian adalah tol laut. Program Tol Laut telah memberikan kontribusi dan manfaat dalam menekan angka disparitas harga, khususnya di wilayah timur Indonesia serta meningkatkan pemerataan ekonomi di seluruh wilayah Indonesia,” tutur Menhub.

Turut hadir sebagai pembicara pada acara ini Direktur Jenderal Laut Agus H. Purnomo, Ketua Umum  Indonesian National Shipowner's Association Carmelita Hartoto, Bupati Pulau Morotai Benny Laos dan Pengamat Transportasi Laut Saut Gurning. (LNM/RDL/LA/RK)

Reaksi dan Komentar