Logo Hari Besar
Beranda
Visi & Misi
Tugas dan Fungsi
Struktur Organisasi
Pejabat DJPL
Sekretariat Direktorat Jenderal Perhubungan Laut
Direktorat Lalu Lintas dan Angkutan Laut
Direktorat Kepelabuhanan
Direktorat Perkapalan dan Kelautan
Direktorat Kenavigasian
Direktorat Kesatuan Pengawasan Laut dan Pelayaran
Makna Logo
Lagu kebangsaan, Hymne dan Mars
Layanan Terpadu Kemaritiman
Kebijakan Layanan
Jadwal Kapal
Verifikasi Dokumen
Lacak Permohonan
Hublapedia
Aplikasi Maritim Terintegrasi
Berita
Pengumuman
Newsletter
Galeri Foto & Video
Media Sosial
Event
Maklumat Pelayaran
Peraturan Menteri
Naskah Dinas
Perjanjian
Kerjasama Luar Negeri
Indonesia Maritime Safety Information
Indonesia Ship Reporting System
Indonesia di IMO
Tol Laut
Profil PPID
Regulasi
Maklumat dan Standar Biaya Layanan
Informasi Publik
Permohonan Informasi
UPT
Data
Panduan
FAQ
Kontak

TUBRUKAN KAPAL DI KONAWE, KAPAL PATROLI KPLP TERUSKAN PENCARIAN SATU ORANG AWAK KAPAL YANG HILANG

TUBRUKAN KAPAL DI KONAWE, KAPAL PATROLI KPLP TERUSKAN PENCARIAN SATU ORANG AWAK KAPAL YANG HILANG

​KONAWE (21/7) - Kepala Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas II Kendari, M. Israyadi mengerahkan kapal patroli KPLP KNP.370 untuk mencari 1 (satu) orang awak kapal yang belum ditemukan akibat musibah tubrukan kapal TB. Buana ekspress 10 yang menggandeng TK. Golden way 3310 dengan kapal general cargo KM. Bunga Melati 79.

Sebelumnya, diberitakan bahwa kejadian musibah tubrukan tersebut terjadi kamis (19/7) pukul 21.00 WITA di perairan Selat Wawoni wilayah Konawe Kepulauan.

Kapal KM.Bunga Melati 79 berangkat dari Tarjun Kalimantan Selatan menuju Luwuk Sulawesi Tenggara bermuatan semen 2500 ton dan TB.Buana Ekspress 10 yang menggandeng TK Golden Way berangkat dari Kabaena Wilker Bau-Bau Sulawesi Tenggara menuju Marowali Sulawesi Tenggara bermuatan Nikel.

"Nakhoda KN.P.370 mendapatkan informasi dari agen kapal mengenai tubrukan KM. Bunga Melati 79 dengan TB. Buana Express 10 yang menggandeng TK Golden Way 3310 pada Kamis (19/07) sekitar pukul 21.00 WIB di posisi 04 11' 350" S / 122 55' 297"E," ujar M. Israyadi ketika menjelaskan kronologis kejadian musibah tersebut.

M. Israyadi menerangkan bahwa setelah mendapatkan laporan terjadinya musibah tubrukan tersebut, Kapal Patroli KPLP KNP.370 langsung berkoordinasi dengan Kantor KSOP Kendari dan pihak terkait menuju lokasi tubrukan tersebut.

"Kapal KM Bunga Melati 79 yang membawa 17 orang awak kapal tersebut akhirnya tenggelam di selat Wawoni namun 16 orang awak kapal berhasil diselamatkan sedangkan 1 orang lagi masih proses pencarian," kata M. Israyadi.

M. Israyadi menjelaskan bahwa dari 16 orang awak kapal KM Bunga Melati 79 yang berhasil diselamatkan, sebanyak 12 orang telah dievakuasi oleh TB. Buana Express 10 yang langsung dibawa ke KSOP Kendari sedangkan 4 orang lagi dievakuasi dengan kapal TB. Harum 2 menuju pelabuhan morosi Langara Konawe.
IMG-20180721-WA0011.jpg
"Terhadap musibah tersebut, KSOP Kendari telah melakukan BAPP kecelakaan kapal oleh tim investigasi KSOP Kendari dan Alhamdulillah awak kapal yang selamat saat ini telah ditampung sementara oleh KSOP Kendari" ujar M. Israyadi.

Sementara itu, surat-surat kapal KM. Bunga Melati 79 saat ini sudah diamankan di kantor KSOP Kendari dan pagi ini (21/7) dilanjutkan BAPP untuk  juru mudi serta awak kapal yang ada di 2 kapal tersebut sedangkan kedua nakhoda  kapal tersebut sudah dilakukan BAPP kemarin.

Adapun menurut M. Israyadi, pagi ini (21/7) pukul 04.30 WITA, kapal KNP. 370 kembali menuju lokasi kejadian dengan melibatkan unsur Basarnas dan personil Polair untuk mencari 1 (satu) orang korban Awak Kapal yang belum ditemukan.

"Perlu diketahui bahwa wilayah perairan selat Wawoni merupakan perairan yang cukup padat oleh kapal yang melintas di daerah tersebut dan Insya Allah, Rabu (24/7) KSOP Kendari akan melakukan sosialisasi keselamatan pelayaran dan kepelabuhanan di kota Kendari dengan mengundang Dishub Sultra, instansi Pemerintah terkait dan stakeholder pelayaran untuk menyamakan persepsi bahwa keselamatan pelayaran merupakan tanggung jawab bersama dan tanpa kompromi," tutup M. Israyadi.


Reaksi dan Komentar