Logo Hari Besar
Beranda
Visi & Misi
Tugas dan Fungsi
Struktur Organisasi
Pejabat DJPL
Sekretariat Direktorat Jenderal Perhubungan Laut
Direktorat Lalu Lintas dan Angkutan Laut
Direktorat Kepelabuhanan
Direktorat Perkapalan dan Kelautan
Direktorat Kenavigasian
Direktorat Kesatuan Pengawasan Laut dan Pelayaran
Makna Logo
Lagu kebangsaan, Hymne dan Mars
Layanan Terpadu Kemaritiman
Kebijakan Layanan
Jadwal Kapal
Verifikasi Dokumen
Lacak Permohonan
Hublapedia
Aplikasi Maritim Terintegrasi
Berita
Pengumuman
Newsletter
Galeri Foto & Video
Media Sosial
Event
Maklumat Pelayaran
Peraturan Menteri
Naskah Dinas
Perjanjian
Kerjasama Luar Negeri
Indonesia Maritime Safety Information
Indonesia Ship Reporting System
Indonesia di IMO
Tol Laut
Profil PPID
Regulasi
Maklumat dan Standar Biaya Layanan
Informasi Publik
Permohonan Informasi
UPT
Data
Panduan
FAQ
Kontak

Uji Sandar Kapal di Pelabuhan Panarukan Sukses, Kemenhub Pastikan Kesiapan Operasional dan Keselamatan Pelayaran

Uji Sandar Kapal di Pelabuhan Panarukan Sukses, Kemenhub Pastikan Kesiapan Operasional dan Keselamatan PelayaranUji Sandar Kapal di Pelabuhan Panarukan Sukses, Kemenhub Pastikan Kesiapan Operasional dan Keselamatan PelayaranUji Sandar Kapal di Pelabuhan Panarukan Sukses, Kemenhub Pastikan Kesiapan Operasional dan Keselamatan PelayaranUji Sandar Kapal di Pelabuhan Panarukan Sukses, Kemenhub Pastikan Kesiapan Operasional dan Keselamatan PelayaranUji Sandar Kapal di Pelabuhan Panarukan Sukses, Kemenhub Pastikan Kesiapan Operasional dan Keselamatan Pelayaran

Situbondo, (29/1)— Kementerian Perhubungan melalui Direktorat Jenderal Perhubungan Laut memastikan kesiapan operasional Dermaga Pelabuhan Panarukan, Kabupaten Situbondo, Jawa Timur, melalui pelaksanaan uji sandar kapal sebagai tahapan akhir sebelum pelabuhan dioperasikan secara penuh, Kamis (29/1).

Kepala Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas IV Panarukan, Herland Aprilyanto, menyampaikan bahwa uji sandar ini merupakan bagian penting dalam menjamin aspek teknis dan keselamatan pelayaran. 

Tidak hanya itu, memastikan  kelancaran proses bongkar muat dan pelayanan kepada pengguna jasa transportasi laut  menjadi salah satu faktor uji sandar ini dilakukan.

"Hari ini, kapal T.B. Medelin Delta dan T.B. Meiden Lucky milik PT. Pertamina Port & Logistics melakukan olah gerak sandar dan lepas untuk menguji kondisi konstruksi dermaga, sistem tambat, kekuatan fender, serta konektivitas dengan fasilitas darat,” ujar Herland.

Uji sandar tersebut dihadiri oleh berbagai pemangku kepentingan, diantaranya perwakilan PT. Pertamina Patra Niaga, PT. Pertamina Trans Kontinental, dan PT. Pertamina Port & Logistics.

Selama proses berlangsung, kedua kapal berhasil melaksanakan manuver dengan aman dan lancar sesuai dengan standar operasional prosedur.

Pelabuhan Panarukan memiliki dimensi dermaga sepanjang 177,5 meter dengan lebar 10 meter, trestle sepanjang 452 meter dengan lebar 7 meter, serta causeway sepanjang 925 meter. 

Pembangunan awal pelabuhan dimulai pada tahun 2008 dan dikembangkan pada tahun 2011–2012, dengan penambahan kantor pelabuhan pada tahun 2019. 

Pada Tahun 2024, dilaksanakan Rehabilitasi Dermaga segmen I (70 m x 10 m) dengan anggaran PNBP.

Sedangkan, untuk Tahun Anggaran 2025, dilaksanakan Rehabilitasi segmen Dermaga 2 (±107,5 x 10 m²) dengan anggaran SBSN. 

Perkuat Rantai Pasok di Pesisir Jawa Timur

Kepala KSOP Panarukan, Herland, menambahkan, keberhasilan uji sandar ini diharapkan dapat memperkuat peran Pelabuhan Panarukan dalam mendukung distribusi logistik, memperlancar mobilitas penumpang, serta mendorong pertumbuhan ekonomi dan konektivitas wilayah di Jawa Timur.

“Dengan kesiapan infrastruktur yang andal, Pelabuhan Panarukan kami dorong menjadi simpul transportasi laut yang mampu meningkatkan kualitas layanan kepada masyarakat dan memperkuat rantai pasok di kawasan pesisir Jawa Timur,” tuturnya.

Seiring dengan peningkatan kapasitas dan kesiapan operasional dermaga, pihaknya mengungkapkan bahwa aktivitas kepelabuhanan di Panarukan diproyeksikan akan semakin padat. 

Frekuensi kedatangan kapal, termasuk dengan kapal kapal di  kapasitas 1000DWT, serta arus barang diperkirakan meningkat signifikan. 

"Oleh karena itu, kami berharap seluruh proses pelayanan kepelabuhanan, perizinan, dan pengawasan dapat terus dipercepat tanpa mengurangi standar keselamatan dan kualitas layanan kepada pengguna jasa," tutupnya. (AD/ETJ/HJ)

Reaksi dan Komentar