Logo Hari Besar
Beranda
Visi & Misi
Tugas dan Fungsi
Struktur Organisasi
Pejabat DJPL
Sekretariat Direktorat Jenderal Perhubungan Laut
Direktorat Lalu Lintas dan Angkutan Laut
Direktorat Kepelabuhanan
Direktorat Perkapalan dan Kelautan
Direktorat Kenavigasian
Direktorat Kesatuan Pengawasan Laut dan Pelayaran
Makna Logo
Lagu kebangsaan, Hymne dan Mars
Layanan Terpadu Kemaritiman
Kebijakan Layanan
Jadwal Kapal
Verifikasi Dokumen
Lacak Permohonan
Hublapedia
Aplikasi Maritim Terintegrasi
Berita
Pengumuman
Newsletter
Galeri Foto & Video
Media Sosial
Event
Maklumat Pelayaran
Peraturan Menteri
Naskah Dinas
Perjanjian
Kerjasama Luar Negeri
Indonesia Maritime Safety Information
Indonesia Ship Reporting System
Indonesia di IMO
Tol Laut
Profil PPID
Regulasi
Maklumat dan Standar Biaya Layanan
Informasi Publik
Permohonan Informasi
UPT
Data
Panduan
FAQ
Kontak

UPDATE PENANGANAN MUSIBAH KEBAKARAN KAPAL TANKER DI BELAWAN

UPDATE PENANGANAN MUSIBAH KEBAKARAN KAPAL TANKER DI BELAWANUPDATE PENANGANAN MUSIBAH KEBAKARAN KAPAL TANKER DI BELAWAN

BELAWAN (12/5) - Musibah kebakaran Kapal MT. JAG LEELA yang sedang docking di galangan kapal milik PT. Waruna Nusa Sentana Shipyard Belawan - Medan Sumatera Utara pada hari Senin (11/5) lalu terus diupdate perkembangannya.

Laporan sementara yang diterima hari ini (12/5) pukul 12.15 WIB disebutkan ada 7 orang pekerja meninggal dunia dan semua korban dibawa ke RS. Bhayangkara Polri.

Direktur Kesatuan Penjagaan Laut dan Pantai, Ahmad, menyatakan Ditjen Perhubungan Laut sangat berduka atas adanya kejadian tersebut terlebih ada korban jiwa akibat kebakaran tersebut.

Ahmad mengungkapkan, bahwa Kapal MT. JAG LEELA sedang melakukan perawatan atau docking di galangan kapal milik PT. Waruna Sentana Shipyard Belawan sejak tanggal 11 April 2020.

"Laporan sementara yang kami dapatkan menyebutkan, total pekerja di galangan tersebut ada 60 orang dimana 31 orang selamat, 22 orang terluka dan 7 orang dinyatakan meninggal dunia," ujar Ahmad.

Ahmad mengatakan bahwa evakuasi korban dilakukan tengah malam hingga pagi tadi (12/5). Direktorat Jenderal Perhubungan Laut terus memonitor perkembangan musibah ini dan meminta pihak galangan untuk memberikan perhatian dan mengurus dengan baik korban meninggal maupun korban luka.

"Selanjutnya, untuk investigasi dan penyelidikan secara detail mengenai sumber terjadinya kebakaran akan dilakukan setelah proses pendinginan/pemadaman selesai," tutupnya.

Sebagai informasi, kapal MT. JAG LEELA milik PT. Waruna Nusa Sentana tersebut memiliki berat kotor GT. 58.880 dengan panjang 233.00 M dan lebar 42.00 M.

 

Reaksi dan Komentar