Logo Hari Besar
Beranda
Visi & Misi
Tugas dan Fungsi
Struktur Organisasi
Pejabat DJPL
Sekretariat Direktorat Jenderal Perhubungan Laut
Direktorat Lalu Lintas dan Angkutan Laut
Direktorat Kepelabuhanan
Direktorat Perkapalan dan Kelautan
Direktorat Kenavigasian
Direktorat Kesatuan Pengawasan Laut dan Pelayaran
Makna Logo
Lagu kebangsaan, Hymne dan Mars
Layanan Terpadu Kemaritiman
Kebijakan Layanan
Jadwal Kapal
Verifikasi Dokumen
Lacak Permohonan
Hublapedia
Aplikasi Maritim Terintegrasi
Berita
Pengumuman
Newsletter
Galeri Foto & Video
Media Sosial
Event
Maklumat Pelayaran
Peraturan Menteri
Naskah Dinas
Perjanjian
Kerjasama Luar Negeri
Indonesia Maritime Safety Information
Indonesia Ship Reporting System
Indonesia di IMO
Tol Laut
Profil PPID
Regulasi
Maklumat dan Standar Biaya Layanan
Informasi Publik
Permohonan Informasi
UPT
Data
Panduan
FAQ
Kontak

UTAMAKAN KESELAMATAN DAN KEAMANAN PELAYARAN, KEMENHUB AKAN PERBARUI ALUR PELAYARAN MASUK PELABUHAN TARAKAN

UTAMAKAN KESELAMATAN DAN KEAMANAN PELAYARAN, KEMENHUB AKAN PERBARUI ALUR PELAYARAN MASUK PELABUHAN TARAKANUTAMAKAN KESELAMATAN DAN KEAMANAN PELAYARAN, KEMENHUB AKAN PERBARUI ALUR PELAYARAN MASUK PELABUHAN TARAKANUTAMAKAN KESELAMATAN DAN KEAMANAN PELAYARAN, KEMENHUB AKAN PERBARUI ALUR PELAYARAN MASUK PELABUHAN TARAKANUTAMAKAN KESELAMATAN DAN KEAMANAN PELAYARAN, KEMENHUB AKAN PERBARUI ALUR PELAYARAN MASUK PELABUHAN TARAKANUTAMAKAN KESELAMATAN DAN KEAMANAN PELAYARAN, KEMENHUB AKAN PERBARUI ALUR PELAYARAN MASUK PELABUHAN TARAKAN

BEKASI (25/4) - Kementerian Perhubungan melalui Direktorat Jenderal Perhubungan Laut akan segera memperbarui keberadaan Alur-Pelayaran Masuk Pelabuhan Tarakan dalam rangka menjamin keamanan dan keselamatan pelayaran di perairan Provinsi Kalimantan Utara. 

Hal tersebut disampaikan langsung oleh Direktur Kenavigasian, Capt. Budi Mantoro saat membuka Focus Group Discussion (FGD) Rencana Perubahan Alur-Pelayaran Masuk Pelabuhan Tarakan di Hotel Santika Mega City Bekasi, Kamis (25/4).

”Alur pelayaran yang ditetapkan dalam Keputusan Menteri Perhubungan Nomor KM. 141 Tahun 2020 tentang penetapan alur pelayaran, sistem rute, tata cara berlalu lintas dan daerah labuh kapal sesuai dengan kepentingannya di Alur-Pelayaran Masuk Pelabuhan Tarakan akan kita review kembali apakah masih memadai atau tidak untuk mengakomodir lalu lintas kapal yang semakin padat di sekitar Pelabuhan Tarakan,” ungkap Capt. Budi Mantoro. 

Capt. Budi menjelaskan, urgensi dilakukannya evaluasi dan penyesuaian alur adalah untuk mencegah adanya musibah seperti tubrukan, tenggelam, terbakar, dan kandas. Hal ini didukung dengan perubahan kondisi perairan dari tahun-tahun sebelumnya yang harus menjadi perhatian.

”Kondisi perairan seperti kedalaman arus, atau adanya pengendapan lumpur mungkin telah berubah sejak penetapan alur pelayaran sebelumnya. Revisi diperlukan untuk menyesuaikan dengan kondisi terkini,” katanya.

Sebagai informasi, Pelabuhan Tarakan memegang peranan penting sebagai salah satu pintu gerbang perekonomian di Provinsi Kalimantan Utara, yaitu sebagai penghubung mata rantai transportasi antar pelabuhan serta menjadi tempat kegiatan bongkar muat bagi penumpang dan barang.

“Pelabuhan Tarakan saat ini masih menjadi pusat aktivitas logistik dan penumpang serta berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi lokal bahkan masih menjadi primadona bagi pelaku usaha disekitar pelabuhan Tarakan,” ujar Capt. Budi.

Perkembangan aktivitas kepelabuhanan ini, tutur Capt. Budi, juga menjadi salah satu faktor yang mempengaruhi revisi penetapan alur pelayaran.

”Pelabuhan Tarakan dari tahun ke tahun telah mengalami perkembangan dalam hal kapasitas, fasilitas, atau aktivitas bongkar muat yang memerlukan penyesuaian alur pelayaran agar lebih efisien dan lancar” tambahnya.

Oleh karena itu, Direktur Kenavigasian menggarisbawahi bahwa updating Alur Pelayaran Pelabuhan Tarakan sudah selayaknya dilaksanakan sehingga dapat memperoleh alur pelayaran yang ideal dan memenuhi berbagai aspek kepentingan dan kelancaran bernavigasi, serta melindungi kelestarian lingkungan maritim.

"Melalui FGD ini, kami juga mendorong sinergitas dan kerja sama antar instansi dan para stakeholder untuk meningkatkan efisiensi pelayanan, memaksimalkan pemanfaatan sumber daya, dan menciptakan dampak positif yang lebih besar bagi masyarakat" tutup Capt. Budi.

Adapun kegiatan FGD yang diselenggarakan secara luring dan daring ini turut diikuti oleh peserta yang berasal dari Pushidrosal, Kemenko Marves, KKP, BIG, Organisasi Perangkat Daerah Provinsi Kalimantan Utara dan Kota Tarakan, serta perwakilan Kantor Distrik Navigasi Tipe A di seluruh Indonesia. (AD/MM/HB)
 

Reaksi dan Komentar