Logo Hari Besar
Beranda
Visi & Misi
Tugas dan Fungsi
Struktur Organisasi
Pejabat DJPL
Sekretariat Direktorat Jenderal Perhubungan Laut
Direktorat Lalu Lintas dan Angkutan Laut
Direktorat Kepelabuhanan
Direktorat Perkapalan dan Kelautan
Direktorat Kenavigasian
Direktorat Kesatuan Pengawasan Laut dan Pelayaran
Makna Logo
Lagu kebangsaan, Hymne dan Mars
Layanan Terpadu Kemaritiman
Kebijakan Layanan
Jadwal Kapal
Verifikasi Dokumen
Lacak Permohonan
Hublapedia
Aplikasi Maritim Terintegrasi
Berita
Pengumuman
Newsletter
Galeri Foto & Video
Media Sosial
Event
Maklumat Pelayaran
Peraturan Menteri
Naskah Dinas
Perjanjian
Kerjasama Luar Negeri
Indonesia Maritime Safety Information
Indonesia Ship Reporting System
Indonesia di IMO
Tol Laut
Profil PPID
Regulasi
Maklumat dan Standar Biaya Layanan
Informasi Publik
Permohonan Informasi
UPT
Data
Panduan
FAQ
Kontak

WUJUDKAN GOOD GOVERMENT AND CLEAN GOVERMENT, DITJEN HUBLA GELAR FGD REVIU RENCANA STRATEGIS 2020-2024

WUJUDKAN GOOD GOVERMENT AND CLEAN GOVERMENT, DITJEN HUBLA GELAR FGD REVIU RENCANA STRATEGIS 2020-2024

 

JAKARTA (12/10) – Dalam rangka penyusunan dokumen Reviu Rencana Strategis (Renstra) Direktorat Jenderal Perhubungan Laut Tahun 2020-2024 yang terintegrasi dan terimplementasi serta guna kesempurnaan dalam penyusunan dokumen Reviu Renstra Direktorat Jenderal Perhubungan Laut Tahun 2020-2024, Kementerian Perhubungan cq Direktorat Jenderal Perhubungan Laut melalui Bagian Perencanaan menggelar Focus Group Discussion (FGD) Reviu Rencana Strategis Direktorat Jenderal Perhubungan Laut Tahun 2020-2024. 

 

Tujuan dilaksanakan kegiatan FGD ini adalah untuk mendapatkan masukan dan arahan dari K/L terkait, mempertajam arah kebijakan

 

dan strategi pembangunan bidang transportasi Laut serta Mendapatkan masukan atas konsep Reviu Renstra DJPL 2020-2024.

 

Kegiatan FGD Reviu Renstra ini dibuka secara langsung oleh Direktur Jenderal Perhubungan Laut, Arif Toha. Dalam sambutannya Arif mengatakan bahwa seluruh unit kerja di lingkungan Direktorat Jenderal Perhubungan Laut diharapkan dapat menyusun dokumen Reviu Renstra agar terciptanya sinkronisasi dokumen Renstra antara unit Eselon I hingga Eselon IV, di Jakarta, Rabu (12/10).

 

Ia menambahkan, berdasarkan evaluasi paruh waktu Renstra di Tahun 2022, alokasi APBN selama periode 2020-2022 hanya sekitar 77,19% dari yang dibutuhkan. Namun demikian untuk capaian sasaran program masih dapat dipertahankan diatas 95% dan sejumlah Major Project (MP), Prioritas Nasional (PN) serta Proyek Strategis Nasional (PSN) tetap dapat dijalankan dengan baik oleh seluruh jajaran di lingkungan Direktorat Jenderal Perhubungan Laut.

 

"Sehubungan dengan hal tersebut, diharapkan capaian kinerja dapat dipertahankan dan rencana kegiatan dapat terlaksana sesuai target di Tahun 2024," katanya.

 

Perlu diketahui bahwa dalam rangka pelaksanaan tugas dan fungsi organisasi pemerintahan guna mewujudkan penyelenggaraan pemerintah yang baik dan bersih (Good Government and Clean Government), maka pemerintah menerbitkan Peraturan terkait yaitu, Peraturan Presiden Nomor 29 Tahun 2014 tentang Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (SAKIP)

 

Dalam penyelenggaraan SAKIP meliputi kegiatan Penyusunan Dokumen Rencana Strategis, Penyusunan Dokumen Perjanjian Kinerja, Pengukuran Kinerja, Pengelolaan Data Kinerja, Penyusunan Dokumen Pelaporan Kinerja serta Reviu dan Evaluasi Kinerja.

 

Tahap awal dari penyusunan sistem akuntabilitas kinerja adalah Renstra. Saat ini Renstra Direktorat Jenderal Perhubungan Laut Tahun 2020-2024 telah memasuki tahun ketiga, untuk itu diperlukan adanya reviu terkait perkembangan isu strategis dan lingkungan strategis, serta mengevaluasi capaian sasaran, program dan kegiatan yang telah direncanakan.

 

"Kelemahan dan kekurangan yang terdapat dalam dokumen Renstra Direktorat Jenderal Perhubungan Laut Tahun 2020-2024 yang akan dijadikan sebagai salah satu bahan evaluasi, pertimbangan dan masukan sebagai dasar untuk menyusun dokumen Reviu Renstra Tahun 2020- 2024," ujarnya.

 

Lebih lanjut, Arif mengatakan kegiatan FGD ini diselenggarakan untuk mendapatkan masukan dari para narasumber maupun stakeholder agar dokumen Reviu Renstra Direktorat Jenderal Perhubungan Laut Tahun 2020-2024 dapat disusun dengan baik serta dapat dilaksanakan secara menyeluruh dan efektif.

 

"Untuk itu, saya berharap kegiatan FGD ini dapat memberikan manfaat serta dapat meningkatkan kualitas pada proses perencanaan di lingkungan Direktorat Jenderal Perhubungan Laut," tutupnya

 

Pada kesempatan yang sama, Kepala Bagian Perencanaan, Lollan Panjaitan mengatakan bahwa dasar pelaksanaan Reviu Renstra Direktorat Jenderal Perhubungan Laut adalah Pasal 20A (1) Permen PPN/Bappenas No 6 Tahun 2020 tentang Perubahan Permen PPN/Bappenas No 5 Tahun 2019 tentang Tata Cara Penyusunan Renstra K/L 2020-2024.

 

Lebih lanjut, Lollan mengatakan adapun beberapa hal yang menyebabkan perlunya dilakukan reviu/perubahan terhadap Renstra Ditjen Perhubungan Laut 2020-2024, antara lain adanya pandemi Covid-19 menyebabkan perubahan dalam permintaan perjalanan maupun tatanan interaksi pada sistem transportasi laut memasuki era New-Normal.

 

ia menambahkan, adanya Redesain Sistem Perencanaan dan Penganggaran (RSPP) yang membutuhkan penyesuaian dalam struktur sasaran dan indikator kinerja (termasuk sebagai respon terhadap masukan dari Itjen

 

Kemenhub dan Kemen PAN-RB).

 

"Kemudian juga adanya refocusing APBN/APBD bidang transportasi laut baik karena difokuskan untuk penanganan pandemi Covid-19 maupun sebagai dampak dari perlambatan ekonomi dalam beberapa tahun terakhir serta adanya perubahan organisasi di 

 

lingkungan Direktorat Jenderal Perhubungan Laut," tutupnya

 

Sebagai informasi, untuk arah kebijakan dan kegiatan utama Direktorat Jenderal Perhubungan Laut Tahun 2020-2024 akan tetap berprioritas pada perwujudan logistik maritim dalam negeri, peningkatan konektivitas terhadap pelayaran internasional, pengembangan pelabuhan yang disinggahi Tol Laut, peningkatan keterpaduan antar wilayah, pemenuhan kebutuhan sarana dan prasarana keselamatan, peningkatan efektifitas patroli penjagaan laut dan pantai, revitalisasi kelembagaan serta retifikasi dan pelaksanaan sejumlah regulasi/standar pelayaran yang berlaku secara internasional.

 

Turut hadir dalam kegiatan FGD ini para narasumber yang berasal dari Kementerian PPN/Bappenas, Kementerian PAN RB dan internal Kementerian Perhubungan yang terdiri dari Sekretariat Jenderal, Direktorat Lalu Lintas dan Angkutan Laut, Direktorat Kesatuan Penjagaan Laut dan Pantai serta Direktorat Kepelabuhanan.

 

Adapun para peserta kegiatan FGD ini diikuti oleh perwakilan dari internal Kementerian Perhubungan, Bagian dan Direktorat serta 64 (enam puluh empat) UPT di lingkungan Direktorat Jenderal Perhubungan Laut, instansi pemerintah dan stakeholder terkait yang hadir secara langsung.

 

Reaksi dan Komentar