Logo Hari Besar
Beranda
Visi & Misi
Tugas dan Fungsi
Struktur Organisasi
Pejabat DJPL
Sekretariat Direktorat Jenderal Perhubungan Laut
Direktorat Lalu Lintas dan Angkutan Laut
Direktorat Kepelabuhanan
Direktorat Perkapalan dan Kelautan
Direktorat Kenavigasian
Direktorat Kesatuan Pengawasan Laut dan Pelayaran
Makna Logo
Lagu kebangsaan, Hymne dan Mars
Layanan Terpadu Kemaritiman
Kebijakan Layanan
Jadwal Kapal
Verifikasi Dokumen
Lacak Permohonan
Hublapedia
Aplikasi Maritim Terintegrasi
Berita
Pengumuman
Newsletter
Galeri Foto & Video
Media Sosial
Event
Maklumat Pelayaran
Peraturan Menteri
Naskah Dinas
Perjanjian
Kerjasama Luar Negeri
Indonesia Maritime Safety Information
Indonesia Ship Reporting System
Indonesia di IMO
Tol Laut
Profil PPID
Regulasi
Maklumat dan Standar Biaya Layanan
Informasi Publik
Permohonan Informasi
UPT
Data
Panduan
FAQ
Kontak

WUJUDKAN KONEKTIVITAS DI WILAYAH TERPENCIL, KEMENHUB LAYANI 107 TRAYEK KAPAL PERINTIS DI TAHUN 2024

WUJUDKAN KONEKTIVITAS DI WILAYAH TERPENCIL, KEMENHUB LAYANI 107 TRAYEK KAPAL PERINTIS DI TAHUN 2024

JAKARTA(27/1) - Kementerian Perhubungan cq Direktorat Jenderal Perhubungan Laut terus berupaya hadir dan melayani masyarakat di wilayah terpencil di Indonesia. Komitmen ini terwujud melalui penyelenggaraan angkutan laut kapal perintis yang kembali dilaksanakan pada tahun 2024. Upaya ini mencerminkan dedikasi Ditjen Hubla untuk memberikan aksesibilitas transportasi yang lebih baik dan menyeluruh, khususnya bagi warga yang tinggal di wilayah-wilayah terpencil yang sulit dijangkau atau belum terlayani pelayaran komersial swasta. "Kami memahami betapa pentingnya konektivitas transportasi di wilayah terpencil. Dengan menyelenggarakan angkutan laut kapal perintis, kami berusaha mendekatkan layanan transportasi kepada masyarakat yang berada di daerah-daerah terisolasi, di mana akses darat mungkin terbatas," ujar Direktur Jenderal Perhubungan Laut, Capt. Antoni Arif Priadi. Oleh karena itu, Capt. Antoni menegaskan pihaknya berkomitmen untuk terus meningkatkan layanan angkutan laut kapal perintis guna memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat. Capt. Antoni menjelaskan bahwa angkutan laut kapal perintis merupakan salah satu tulang punggung konektivitas transportasi di Indonesia yang terus menjadi fokus utama Direktorat Jenderal Perhubungan Laut. Komitmen untuk meningkatkan layanan ini guna memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat di seluruh wilayah Indonesia khususnya di wilayah 3TP. "Pada tahun ini, Ditjen Hubla kembali menyelenggarakan angkutan laut kapal perintis sejumlah 107 trayek yang melayani 43 pelabuhan pangkal, tersebar di 22 provinsi di Indonesia, dan melayani lebih dari 496 pelabuhan singgah," ungkapnya. *Upaya Efisiensi dan Peningkatan Kualitas* Direktur Lalu Lintas dan Angkutan Laut, Capt. Hendri Ginting mengungkapkan berdasarkan hasil evaluasi terhadap 116 unit kapal milik Ditjen Perhubungan Laut menunjukkan bahwa 99 unit kapal laik laut dan siap operasi.  "Ini merupakan langkah signifikan dalam memastikan bahwa armada kapal perintis siap untuk melayani masyarakat dengan performa terbaik," ungkapnya. Dalam upaya efisiensi, jaringan trayek kapal perintis telah mengalami penyesuaian dari 117 trayek pada tahun 2023 menjadi 107 trayek pada tahun 2024. Pemilihan trayek dilakukan dengan mempertimbangkan jumlah kapal perintis yang laik laut, sebanyak 100 unit kapal perintis milik negara, dan 7 unit kapal milik BPSDM Perhubungan. "Penyesuaian ini dilakukan dengan mempertimbangkan irisan jaringan trayek yang berhimpitan dan tingkat keterisian penumpang/barang pada pelabuhan singgah. Meskipun telah dilakukan efesiensi jaringan trayek, namun dipastikan bahwa tiap-tiap pelabuhan singgah yang diusulkan oleh pemerintah daerah tetap terlayani oleh kapal perintis," tambah Capt. Hendri. Sebagai hasil dari efisiensi ini, pada tahun 2024, seluruh trayek angkutan laut perintis akan dilayani dengan menggunakan jenis kapal penumpang. "Hal ini diharapkan dapat memberikan pengalaman perjalanan yang lebih nyaman dan efisien bagi masyarakat di seluruh Indonesia," ujarnya. *Peran penting dan manfaat kapal perintis bagi masyarakat* Kapal perintis menjadi sarana transportasi yang vital untuk membuka akses ke wilayah terpencil yang sulit dijangkau melalui jalur darat atau udara. Ini memungkinkan masyarakat di wilayah terpencil untuk terhubung dengan pusat-pusat ekonomi, kesehatan, dan pendidikan. Dengan terbukanya akses transportasi, wilayah terpencil memiliki peluang untuk mengembangkan sektor ekonominya. Keberadaan kapal perintis dapat mendorong pertumbuhan ekonomi lokal melalui perdagangan, pariwisata, dan sektor lainnya. "Angkutan laut kapal perintis tidak hanya menghubungkan wilayah secara fisik, tetapi juga membangun konektivitas sosial antar-masyarakat. Ini membantu memperkuat hubungan antar-wilayah dan meningkatkan kerjasama di tingkat lokal. Ditjen Perhubungan Laut mengucapkan terima kasih atas dukungan masyarakat dan pihak terkait dalam pengembangan dan peningkatan layanan angkutan laut kapal perintis. Kami berkomitmen untuk terus berinovasi demi memberikan pelayanan transportasi yang prima dan menyeluruh bagi seluruh lapisan masyarakat Indonesia," tutup Capt. Hendri.(SKY/MM/BOH)

Reaksi dan Komentar