Logo Hari Besar
Beranda
Visi & Misi
Tugas dan Fungsi
Struktur Organisasi
Pejabat DJPL
Sekretariat Direktorat Jenderal Perhubungan Laut
Direktorat Lalu Lintas dan Angkutan Laut
Direktorat Kepelabuhanan
Direktorat Perkapalan dan Kelautan
Direktorat Kenavigasian
Direktorat Kesatuan Pengawasan Laut dan Pelayaran
Makna Logo
Lagu kebangsaan, Hymne dan Mars
Layanan Terpadu Kemaritiman
Kebijakan Layanan
Jadwal Kapal
Verifikasi Dokumen
Lacak Permohonan
Hublapedia
Aplikasi Maritim Terintegrasi
Berita
Pengumuman
Newsletter
Galeri Foto & Video
Media Sosial
Event
Maklumat Pelayaran
Peraturan Menteri
Naskah Dinas
Perjanjian
Kerjasama Luar Negeri
Indonesia Maritime Safety Information
Indonesia Ship Reporting System
Indonesia di IMO
Tol Laut
Profil PPID
Regulasi
Maklumat dan Standar Biaya Layanan
Informasi Publik
Permohonan Informasi
UPT
Data
Panduan
FAQ
Kontak

WUJUDKAN KONEKTIVITAS WILAYAH, KEMENHUB PERKUAT ARMADA PENDUKUNG TOL LAUT

WUJUDKAN KONEKTIVITAS WILAYAH, KEMENHUB PERKUAT ARMADA PENDUKUNG TOL LAUT

JAKARTA (5/2) - Kementerian Perhubungan cq. Ditjen Perhubungan Laut terus melakukan optimalisasi dalam penyelenggaraan tol laut, salah satunya memperkuat armada untuk mendukung tol laut.


Direktur Lalu Lintas dan Angkutan Laut Ditjen Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan, Capt. Wisnu Handoko menegaskan bahwa seluruh angkutan laut yang memeroleh subsidi dari pemerintah merupakan armada Tol Laut.

"Jadi Tol Laut itu bukan hanya angkutan barang saja, tetapi semua elemen armada bersubsidi itu armada Tol Laut," jelas Capt. Wisnu di Jakarta hari ini (5/2).

Dalam operasionalnya, antara kapal Tol Laut, Perintis, atau kapal Ternak, saling bersinergi. Capt. Wisnu mencontohkan, seluruh kapal Tol Laut dipastikan ada konektivitas dengan kapal perintis. Hal itu dapat terjadi mengingat adanya kendala terkait ukuran dan kemampuan dermaga di suatu wilayah dan pada saat cuaca ekstrem.

"Pada prinsipnya kita masih bisa masuk ke pelabuhan-pelabuhan di kepulauan T3P (Terluar, Terpencil, Terdepan, dan Pedalaman) sepanjang di sana ada kargo in dan out," tuturnya.

Menurutnya, selama Dinas Perdagangan dan Dinas Perhubungan setempat dalam suatu waktu menginformasikan kepada Ditjen Hubla bahwa ada kargo yang harus dibawa dari dan ke luar wilayahnya, kapal-kapal tol laut dapat bergerak dan sangat dinamis untuk menyesuaikan dengan kondisi dermaga agar kargo dapat terangkut.
IMG-20190205-WA0057.jpg
Misalnya saja di wilayah Sitaro, bila wilayah perintis ada, maka tol laut akan berlayar ke sana. Hal itu mengingat konektivitas dan integrasi antara armada tol laut dan kapal perintis dapat dilaksanakan.

"Terkait lokasi, bila hirarkinya di level 3 pelabuhan tersebut, maka tidak bisa dipaksakan menjadi level 4, karena yang paling tepat ke wilayah tersebut (Sitaro) adalah kapal perintis dan kapal ASDP," papar Capt. Wisnu.

Lebih lanjut Capt. Wisnu mengatakan bahwa ukuran suatu kapal perlu disesuaikan dengan level konektivitas pada Tol Laut. Untuk level 1 adalah kapal utama 100 TeUs atau 200 Ton. Berangkat dari Pelabuhan asal ke Pelabuhan tujuan. Selanjutnya pada  Level 2 adalah kapal feeder yang membawa kontainer lanjutan di pelabuhan tujuan ke pelabuhan pengumpan.

Dilanjutkan lagi (bila dibutuhkan) adalah ke level 3 dimana peran kapal perintis dan kapal ASDP difungsikan mulai membawa mini kontainer ke pelabuhan lokal. Terakhir level 4 yakni pengoperasian kapal LCT dengan berat GT 50 dan Pelayaran Rakyat (Pelra) dengan berat GT 35 melanjutkan angkutan menggunakan kapal yang lebih kecil ke pulau kecil sekitar. 

"Kepulauan Sangihe dan Talaud masih menjadi prioritas Tol Laut baik perintis maupun angkutan barangnya," pungkas Capt. Wisnu.

Sebelumnya, Menteri Perhubungan, Budi Karya Sumadi menyatakan pemerintah berupaya mendorong program tol laut bukan hanya port to port (dari pelabuhan ke pelabuhan), tapi sampai end to end (langsung sampai ke konsumen), sehingga diharapkan masyarakat di daerah yang dilewati Tol Laut benar-benar merasakan harga yang terjangkau.  

Oleh karena itu, Kementerian Perhubungan telah menyiapkan strategi peningkatan handling petikemas. Diantaranya, menyiapkan teknologi informasi atau digitalisasi dalam mendukung proses pengangkutan laut untuk mewujudkan penyelenggaraan angkutan laut yang efektif dan transparan.


Reaksi dan Komentar