Logo Hari Besar
Beranda
Visi & Misi
Tugas dan Fungsi
Struktur Organisasi
Pejabat DJPL
Sekretariat Direktorat Jenderal Perhubungan Laut
Direktorat Lalu Lintas dan Angkutan Laut
Direktorat Kepelabuhanan
Direktorat Perkapalan dan Kelautan
Direktorat Kenavigasian
Direktorat Kesatuan Pengawasan Laut dan Pelayaran
Makna Logo
Lagu kebangsaan, Hymne dan Mars
Layanan Terpadu Kemaritiman
Kebijakan Layanan
Jadwal Kapal
Verifikasi Dokumen
Lacak Permohonan
Hublapedia
Aplikasi Maritim Terintegrasi
Berita
Pengumuman
Newsletter
Galeri Foto & Video
Media Sosial
Event
Maklumat Pelayaran
Peraturan Menteri
Naskah Dinas
Perjanjian
Kerjasama Luar Negeri
Indonesia Maritime Safety Information
Indonesia Ship Reporting System
Indonesia di IMO
Tol Laut
Profil PPID
Regulasi
Maklumat dan Standar Biaya Layanan
Informasi Publik
Permohonan Informasi
UPT
Data
Panduan
FAQ
Kontak

Wujudkan Nawa Cita, Tiga Pelabuhan di Provinsi Maluku Utara Diresmikan

Wujudkan Nawa Cita, Tiga Pelabuhan di Provinsi Maluku Utara Diresmikan

​Tapaleo - Pemerintah terus berupaya untuk membangun aksesibilitas transportasi di wilayah 3T (terpencil, terluar, terdalam) Indonesia. Komitmen tersebut telah dicantumkan dalam program Nawa Cita Pemerintahan Jokowi - JK. Sebagai implementasinya maka pada hari ini, Senin (08/05) telah diresmikan tiga pelabuhan di Maluku Utara yang merupakan salah satu provinsi terluar Indonesia, yaitu pelabuhan Tapaleo, Bicoli, dan Wayabula.


Persemian dilakukan oleh Presiden RI Joko Widodo dengan didampingi Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi dan Gubernur Maluku Utara Abdul Gani di Pelabuhan Tapaleo, yang terletak di desa Tepeleo, Kabupaten Halmahera Tengah, Provinsi Maluku Utara.

Dalam sambutannya Presiden Jokowi menjelaskan, Provinsi Maluku Utara menjadi salah satu wilayah yang menjadi prioritas untuk pembangunan insfrastruktur pelabuhan. 

"Negara kita negara besar. Ada 17 ribu pulau. Tetapi baru sebagian kecil yang memiliki pelabuhan. Oleh karena itu, disini termasuk yang kami berikan prioritas. Alhamdulilah dalam 3 tahun pembangunan ketiga pelabuhan (Tapaelo, Bicoli dan Wayabula) selesai," jelas Presiden Jokowi.

Lebih lanjut, Presiden Jokowi meminta kepada Menhub, agar menambah frekuensi kapal yang singgah di pelabuhan-pelabuhan di provinsi Maluku Utara ini, termasuk di pelabuhan Tapaleo.

"Saya minta agar frekuensi kapal yang datang ke Tapaleo lebih banyak. Sekarang kan dua minggu sekali. Kalau bisa tambah jadi seminggu sekali. Kalau bisa sehari sekali. Kenginan harus seperti itu. Harus lebih baik dan baik lagi," ungkap Presiden yang disambut tepuk tangan warga.

Sementara dalam laporannya, Menhub Budi Karya Sumadi mengatakan saat ini pelabuhan Tapaleo baru disinggahi kapal perintis dan kapal fery dengan frekuensi masing-masing dua kali sebulan. Ia mengungkapkan, telah berdiskusi dengan Pemerintah Daerah untuk meningkatkan frekuensi kapal.

"Ini menjadi PR (Pekerjaan Rumah) kami untuk meningkatkan frekuensi kapal di Pelabuhan Tapaleo dan dua pelabuhan lainnya. Kami sudah diskusi dengan Pemda dan Bupati," ujar Menhub Budi.

Menhub Budi mengatakan, Pelabuhan Tapaleo dibangun selama tiga tahun, mulai dari tahun 2014 s.d 2017. Dengan kedalam kolam pelabuhan hingga 15 Lws yang mampu disinggahi kapal berkapasitas 1000 DWT. Demikian pula dengan dua pelabuhan lainnya yaitu Pelabuhan Bicoli di Kabupaten Halmahera Timur, dan Pelabuhan Wayabula di Kabupaten Morotai yang memiliki kapasitas yang sama.

Gubernur Maluku Utara Abdul Gani dalam sambutannya mengungkapkan rasa bahagianya atas kedatangan Presiden ke Desa Tepelo, Halmahera Tengah untuk meresmikan Pelabuhan Tapaleo. 

"Alhamdulillah desa ini bisa dikunjungi. Lebih dari 60 tahun yang lalu presien RI yang pertama tiba disini. Pak Jokowi menjadi Presiden kedua setelah Bung Karno yang  menginjakkan kaki disini," ungkapnya bahagia.

Ia menggatakan, keberadaan pelabuhan sangat penting bagi masyarakat Maluku Utara khususnya di Tapaleo, dikarenakan masih belum tersambungnya akses jalan darat dan belum adanya akses transportasi udara. 

"Pelabuhan ini sangat penting yang merupakan bagian dari program tol laut yang dicanangkan pemerintah," tandasnya.

Profil 3 Pelabuhan

Pelabuhan Tapaleo ditetapkan sebagai pelabuhan Pengumpan Lokal. Pembangunan Pelabuhan Tapaleo dilaksanakan mulai Tahun 2014 hingga tahun 2015 dengan total anggaran Rp. 34,7 Milyar. Dengan spesifikasi, dermaga tipe finger sepanjang 56 meter, kedalaman 5 meter hingga 14 meter untuk mengakomodasi kapal dengan ukuran 1.000 DWT, trestle sepanjang 58 meter, serta fasilitas daratan berupa lapangan penumpukan seluas 420 meter persegi, gudang seluas 375 meter persegi, dan terminal penumpang seluas 112,5 meter persegi.

Pelabuhan Bicoli ditetapkan sebagai pelabuhan Pengumpan Regional. Pembangunan Pelabuhan Bicoli dilaksanakan mulai tahun 2014 hingga tahun 2016 dengan total anggaran Rp. 56,2 Milyar. Dengan spesifikasi, dermaga tipe finger sepanjang 93 meter dengan kedalaman 5 meter hingga 6 meter untuk mengakomodasi kapal dengan ukuran 1.000 DWT, trestle sepanjang 118 meter, causeway sepanjang 50 meter,  serta fasilitas daratan berupa lapangan penumpukan seluas 777 meter persegi, gudang seluas 375 meter persegi dan, terminal penumpang seluas 112,5 meter persegi.

Pelabuhan Wayabula ditetapkan sebagai Pelabuhan Pengumpul. Pembangunan Pelabuhan Wayabula dilaksanakan mulai tahun 2010 hingga tahun 2016 dengan total angaran 59,5 Milyar. Dengan spesifikasi, dermaga sepanjang 70 meter dan kedalaman 6 meter untuk mengakomodasi kapal dengan ukuran 1.000 DWT, trestle sepanjang 90 meter, causeway sepanjang72 meter, serta fasilitas daratan berupa kantor pelabuhan seluas 150meter persegi, gudang seluas 150 meter persegi dan terminal penumpang seluas 250 meter persegi


Reaksi dan Komentar