Logo Hari Besar
Beranda
Visi & Misi
Tugas dan Fungsi
Struktur Organisasi
Pejabat DJPL
Sekretariat Direktorat Jenderal Perhubungan Laut
Direktorat Lalu Lintas dan Angkutan Laut
Direktorat Kepelabuhanan
Direktorat Perkapalan dan Kelautan
Direktorat Kenavigasian
Direktorat Kesatuan Pengawasan Laut dan Pelayaran
Makna Logo
Lagu kebangsaan, Hymne dan Mars
Layanan Terpadu Kemaritiman
Kebijakan Layanan
Jadwal Kapal
Verifikasi Dokumen
Lacak Permohonan
Hublapedia
Aplikasi Maritim Terintegrasi
Berita
Pengumuman
Newsletter
Galeri Foto & Video
Media Sosial
Event
Maklumat Pelayaran
Peraturan Menteri
Naskah Dinas
Perjanjian
Kerjasama Luar Negeri
Indonesia Maritime Safety Information
Indonesia Ship Reporting System
Indonesia di IMO
Tol Laut
Profil PPID
Regulasi
Maklumat dan Standar Biaya Layanan
Informasi Publik
Permohonan Informasi
UPT
Data
Panduan
FAQ
Kontak
MENARA SUAR PULAU SAMBIT
MENARA SUAR PULAU SAMBIT
MENARA SUAR PULAU SAMBIT

MENARA SUAR PULAU SAMBIT

26 Mei 2026 06.58 WIB | 22

Menara Suar Pulau Sambit merupakan salah satu infrastruktur navigasi laut yang sangat strategis di Indonesia. Menara suar ini berdiri kokoh di Pulau Sambit, sebuah pulau terluar Indonesia yang terletak di Laut Sulawesi dan secara administratif masuk dalam wilayah Kabupaten Berau, Kalimantan Timur.

Mengingat lokasinya yang berada di perbatasan negara, menara suar ini memiliki beberapa peran dan karakteristik penting:

  • Penyangga Kedaulatan Negara: Selain sebagai alat bantu navigasi, keberadaan menara suar di pulau terluar seperti Pulau sambit menjadi bukti fisik kedaulatan wilayah kesatuan Republik Indonesia (NKRI) di mata internasional.

  • Pemandu Jalur Internasional: Menara suar ini menjadi pemandu visual yang sangat vital bagi kapal-kapal domestik maupun internasional yang melintasi Alur Laut Kepulauan Indonesia (ALKI) II, khususnya yang melewati Selat Makassar menuju Laut Sulawesi atau Filipina.

  • Penjaga dari Risiko Kandas: Perairan di sekitar pulau ini memiliki karakteristik terumbu karang yang luas. Cahaya dari menara suar ini memberikan peringatan dini kepada kapal-kapal besar agar tidak berlayar terlalu dekat dan menghindari risiko kandas.

  • Kehidupan Penjaga Suar: Karena lokasinya yang terisolasi di pulau tak berpenghuni, menara suar ini dioperasikan oleh para petugas penjaga menara suar Distrik navigasi Tipe A Kelas III Tarakan yang tinggal di sana secara bergantian demi memastikan lampu suar tetap menyala setiap malam tanpa henti.