Logo Hari Besar
Beranda
Visi & Misi
Tugas dan Fungsi
Struktur Organisasi
Pejabat DJPL
Sekretariat Direktorat Jenderal Perhubungan Laut
Direktorat Lalu Lintas dan Angkutan Laut
Direktorat Kepelabuhanan
Direktorat Perkapalan dan Kelautan
Direktorat Kenavigasian
Direktorat Kesatuan Pengawasan Laut dan Pelayaran
Makna Logo
Lagu kebangsaan, Hymne dan Mars
Layanan Terpadu Kemaritiman
Kebijakan Layanan
Jadwal Kapal
Verifikasi Dokumen
Lacak Permohonan
Hublapedia
Aplikasi Maritim Terintegrasi
Berita
Pengumuman
Newsletter
Galeri Foto & Video
Media Sosial
Event
Maklumat Pelayaran
Peraturan Menteri
Naskah Dinas
Perjanjian
Kerjasama Luar Negeri
Indonesia Maritime Safety Information
Indonesia Ship Reporting System
Indonesia di IMO
Tol Laut
Profil PPID
Regulasi
Maklumat dan Standar Biaya Layanan
Informasi Publik
Permohonan Informasi
UPT
Data
Panduan
FAQ
Kontak
MENARA SUAR TG. BATU TARAKAN
MENARA SUAR TG. BATU TARAKAN

MENARA SUAR TG. BATU TARAKAN

26 Mei 2026 06.54 WIB | 43

Menara suar (atau yang sering kita sebut mercusuar) memiliki peran yang sangat vital dalam dunia navigasi pelayaran, baik di masa lalu maupun di era modern sekarang ini.

Secara umum, fungsi utama menara suar adalah sebagai alat bantu navigasi visual bagi kapal-kapal yang berlayar di laut khusunya di alur pelayaran Tarakan. Berikut adalah rincian fungsi pentingnya:

1. Menentukan Posisi Kapal (Navigasi)

Menara suar berfungsi sebagai titik acuan atau tanda daratan (landmark) yang jelas. Ketika nakhoda atau navigator melihat cahaya menara suar pada malam hari (atau bangunannya pada siang hari), mereka bisa mencocokkannya dengan peta laut untuk menentukan posisi pasti kapal mereka saat itu.

2. Memberi Peringatan Bahaya

Menara suar biasanya dibangun di lokasi-lokasi yang rawan kecelakaan, seperti:

  • Tanjung atau semenanjung yang menjorok ke laut.

  • Kawasan terumbu karang dangkal (reef).

  • Gugusan batu karang di tengah laut. Cahaya dari menara suar memberikan pesan visual: "Hati-hati, ada bahaya di sekitar sini, jangan mendekat!"

3. Menandai Jalur Masuk Pelabuhan

Beberapa menara suar ditempatkan di pintu masuk selat atau saluran menuju pelabuhan. Dengan melihat pancaran lampunya, kapal-kapal besar tahu arah yang aman untuk masuk ke pelabuhan tanpa takut kandas.

4. Menjadi Identitas Wilayah (Karakteristik Unik)

Setiap menara suar memiliki karakteristik pancaran cahaya (Flash Character) dan bentuk bangunan yang berbeda-beda.

Contoh: Sebuah menara suar mungkin berkedip setiap 5 detik sekali, sedangkan menara suar di wilayah lain berkedip dua kali setiap 10 detik. Perbedaan kode kedipan ini membantu pelaut mengidentifikasi dengan pasti wilayah pantai atau negara mana yang sedang mereka dekati.