Logo Hari Besar
Beranda
Visi & Misi
Tugas dan Fungsi
Struktur Organisasi
Pejabat DJPL
Sekretariat Direktorat Jenderal Perhubungan Laut
Direktorat Lalu Lintas dan Angkutan Laut
Direktorat Kepelabuhanan
Direktorat Perkapalan dan Kelautan
Direktorat Kenavigasian
Direktorat Kesatuan Pengawasan Laut dan Pelayaran
Makna Logo
Lagu kebangsaan, Hymne dan Mars
Layanan Terpadu Kemaritiman
Kebijakan Layanan
Jadwal Kapal
Verifikasi Dokumen
Lacak Permohonan
Hublapedia
Aplikasi Maritim Terintegrasi
Berita
Pengumuman
Newsletter
Galeri Foto & Video
Media Sosial
Event
Maklumat Pelayaran
Peraturan Menteri
Naskah Dinas
Perjanjian
Kerjasama Luar Negeri
Indonesia Maritime Safety Information
Indonesia Ship Reporting System
Indonesia di IMO
Tol Laut
Profil PPID
Regulasi
Maklumat dan Standar Biaya Layanan
Informasi Publik
Permohonan Informasi
UPT
Data
Panduan
FAQ
Kontak
MENARA SUAR TG. BOLITUWATAN
MENARA SUAR TG. BOLITUWATAN

MENARA SUAR TG. BOLITUWATAN

26 Mei 2026 07.03 WIB | 46

Menara Suar Tanjung Bolituwatan adalah salah satu instalasi Sarana Bantu Navigasi Pelayaran (SBNP) penting yang dikelola oleh Distrik Navigasi Tipe A Kelas III Tarakan. Menara suar ini berdiri di ujung barat laut Pulau Maratua, Kabupaten Berau, Kalimantan Timur—sebuah wilayah yang berbatasan langsung dengan perairan internasional Laut Sulawesi.

Sebagai pilar keselamatan pelayaran di kawasan wisata sekaligus jalur logistik yang sibuk, Menara Suar Tg. Bolituwatan memiliki spesifikasi dan fungsi vital sebagai berikut:

  • Karakteristik Visual & Cahaya: Menara suar ini berupa menara rangka besi berbentuk menara suar suar persegi berwujud menara rangka putih (white square skeletal tower) setinggi kurang lebih 45 meter. Karakteristik pancaran lampunya adalah satu kedipan putih setiap 15 detik (white flash every 15 s) dengan bidang fokus setinggi 55 meter di atas permukaan laut.

  • Navigasi di Perairan Atol Maratua: Perairan di sekitar Pulau Maratua dikenal dengan bentangan gugusan karang atol yang sangat luas dan memiliki tubir yang curam. Menara suar ini berfungsi krusial memberikan panduan visual bagi kapal-kapal besar maupun kapal wisata berbaling-baling dalam agar tidak terlalu merapat ke arah dangkalan karang yang berisiko merusak lambung kapal.

  • Titik Sambung Jalur Pelayaran: Menara suar Tg. Bolituwatan menjadi titik referensi krusial yang menghubungkan rute pelayaran lokal ke arah spot labuh jangkar, lokasi tempat berlindung saat cuaca buruk, serta menjadi penghubung navigasi visual sebelum kapal beralih memantau lampu menara suar luar lainnya seperti Menara Suar Pulau Sambit.